- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom.,Gr
- 18 Jul 2026
- 53
Penutupan MPLP 2026 : Inspirasi, Penghargaan, dan Penampilan Santri
Hari keenam kegiatan
MPLP (Masa Pengenalan Lingkungan Pesantren) 2026 ditutup dengan suasana penuh
khidmat, syukur, dan semangat baru. Acara penutupan dimulai dengan lantunan
shalawat bersama yang dipimpin oleh tim hadroh Al Azka. Harmoni suara dan irama
hadroh mengantarkan suasana menjadi hening namun penuh kegembiraan, para peserta tampak khusyuk
mengikuti setiap bait shalawat, seolah menegaskan komitmen mereka untuk
memasuki masa pendidikan pesantren dengan hati yang bersih dan tekad yang
tulus.
Setelah pembukaan
oleh hadroh, acara dilanjutkan dengan sesi motivasi kepesantrenan yang diisi
oleh Pimpinan Pesantren, KH Abdul Aziz Mudzakir, S.Pd.I Al-Hafizh. Dalam
tausiyahnya, Kyai Aziz menegaskan pentingnya menuntut ilmu di pondok pesantren
sebagai jalan utama menuju kemuliaan hidup. Beliau menjelaskan bahwa menjadi
seorang santri adalah karunia besar. Selain
menempuh pendidikan formal, santri juga diberi kesempatan mulia untuk menghafal
Al-Quran. Menurut beliau, dua hal itu ilmu
dan hafalan akan menjadi bekal yang
tak ternilai dalam menghadapi tantangan dunia dan akhirat.
Kyai Aziz menekankan
bahwa masa muda merupakan waktu krusial untuk berjuang menuntut ilmu. Ia
memberikan nasihat yang lugas namun penuh hikmah, jika ingin meraih sesuatu yang besar di masa depan, maka harus ada
perjuangan nyata di masa muda. Beliau mencontohkan perjalanan hidup para ulama
besar sebagai teladan, salah satunya Imam Syafii yang menurut Kyai, sejak usia
tujuh tahun telah menghafal Al-Quran 30 juz dan kemudian tumbuh menjadi ulama
besar di bidang fikih. Kisah tersebut disampaikan bukan semata untuk
mengagung-agungkan masa lalu, tetapi untuk menyemangati para santri agar giat
belajar, disiplin, dan tekun dalam mengasah diri sejak dini.
Pidato motivasi Kyai
Aziz menghadirkan banyak momen reflektif, para peserta tampak terinspirasi, beberapa meneteskan air mata
haru, sementara yang lain meneguhkan tekad dengan penuh semangat. Dari motivasi
ini, tersirat pesan bahwa ilmu tanpa amal akan sia-sia, dan amal tanpa ilmu
akan mudah tersesat. Oleh karena itu, pesantren menjadi tempat yang tepat untuk
memadukan keduanya, penguatan
akidah, pengembangan akhlak, pembelajaran ilmu agama, serta pembiasaan disiplin
dan tata krama.
Selanjutnya, acara
penutupan MPLP 2026 dilaksanakan secara simbolis melalui penyerahan Id Card peserta kepada pimpinan
Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Momen simbolis itu menjadi tanda resmi
berakhirnya rangkaian pengenalan lingkungan pesantren sekaligus pembukaan jalan
baru bagi para santri untuk melanjutkan proses pembelajaran yang lebih
intensif. Penyerahan Id Card
juga menandakan bahwa setiap peserta kini resmi mendapat identitas baru sebagai
bagian dari keluarga besar Al Azka.
Tidak lupa, panitia
juga mengadakan pengumuman dan pembagian hadiah untuk pemenang lomba-lomba di hari ke-5 MPLP 2026. Suasana
penuh kegembiraan memenuhi ruangan saat nama-nama pemenang dipanggil satu per
satu. Hadiah-hadiah yang diserahkan bukan sekadar penghargaan materi, melainkan
bentuk apresiasi atas usaha, kreativitas, dan semangat sportivitas peserta
selama kegiatan berlangsung.
Acara ditutup dengan
penampilan seni dari para santri yang menambah warna dan keceriaan pada
penutupan. Santri putri SMPTQ Al Azka menampilkan publik speaking dengan
percaya diri, menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum dan penguasaan
materi yang mengesankan. Penampilan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di
pesantren tidak hanya menekankan hafalan dan ilmu, tetapi juga keterampilan
komunikasi yang penting untuk perkembangan pribadi. Sementara itu, santri SDTQ
Al Azka memukau hadirin dengan Tari Kreasi yang enerjik dan terlatih,
menampilkan kebersamaan, kreativitas, dan kebanggaan sebagai bagian dari
komunitas pesantren.
Penutupan Hari ke-6
MPLP 2026 berakhir dengan doa bersama, harapan, dan ucapan terima kasih kepada
semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan. Para peserta
kembali ke asrama dengan semangat baru dan tekad yang lebih kuat untuk menuntut
ilmu, menghafal Al-Quran, serta menjadi insan yang bermanfaat. Semoga apa yang
ditanamkan selama MPLP menjadi modal awal yang kokoh bagi para santri dalam
menapaki jalan ilmu dan amal di masa mendatang.

