Santri Al Azka Raih Juara 1 Lomba Ceramah Agama Islam di Kecamatan Cisauk

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan perlombaan. Yaitu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat, lomba Dai cilik yang diikuti oleh sejumlah kontestan dari berbagai kalangan.

Pada perlombaan tersebut, salah satu santri Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka berhasil meraih juara I. Prestasi itu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Al Azka sekaligus bukti bahwa pendidikan pesantren mampu membentuk santri yang unggul dalam bidang keagamaan dan keterampilan berbicara di depan umum.

Santri Al Azka bernama Quranu Samaro Wahid santri asal Desa Cibogo Kec Cisauk. Ananda Quranu tampil meyakinkan di hadapan dewan juri dan para peserta lomba lainnya. Dengan materi ceramah yang disampaikan secara runtut, artikulasi yang jelas, serta keberanian tampil di depan publik, ia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga keluar sebagai pemenang.

Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung oleh Camat Cisauk, Hendarto, S.STP., M.Si. Penyerahan penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Cisauk. Selain sebagai bentuk apresiasi, penghargaan itu juga diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi, khususnya dalam bidang agama, pendidikan, dan kepemimpinan.

Keberhasilan santri Al Azka dalam perlombaan tersebut bukanlah hasil dari persiapan yang dilakukan secara mendadak. Jauh sebelum mengikuti lomba, para santri di tingkat pendidikan SMPTQ & SMATQ AL AZKA telah mendapatkan pembinaan melalui program rutin yang dilaksanakan setiap Jumat, yaitu muhadharah.

Muhadharah merupakan kegiatan latihan pidato, ceramah, atau berbicara di depan umum yang telah lazim diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi sarana bagi santri untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, kemampuan menyusun materi, serta keterampilan menyampaikan gagasan kepada khalayak. Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa muhadharah yang dilakukan secara rutin dapat membantu santri berbicara lebih percaya diri dan mengatasi rasa gugup ketika tampil di hadapan publik.

Di Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka, muhadharah menjadi salah satu kegiatan unggulan selain program tahfizh Al-Quran. Melalui kegiatan tersebut, setiap santri memperoleh kesempatan untuk tampil secara bergiliran. Mereka diberikan jadwal dan tema yang berbeda-beda sehingga memiliki pengalaman dalam menyampaikan beragam materi keislaman.

Dalam pelaksanaannya, muhadharah tidak hanya berfokus pada kemampuan berceramah. Para santri juga diberi kesempatan untuk menjalankan berbagai peran pendukung dalam sebuah acara. Sebagian santri bertugas sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony (MC), sementara santri lainnya berperan dalam penampilan hadroh.

Pembagian peran tersebut membuat kegiatan muhadharah berlangsung lebih dinamis dan menyerupai acara yang sesungguhnya. Santri belajar membuka acara, memperkenalkan pengisi acara, mengatur susunan kegiatan, menyampaikan ceramah, serta menampilkan seni musik religi. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan tampil secara profesional.

Prestasi juara I dalam lomba ceramah agama Islam di Kecamatan Cisauk menjadi bukti nyata dari manfaat pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Latihan yang teratur, dukungan para pembimbing, serta keberanian untuk terus tampil menjadi modal penting bagi santri Al Azka dalam meraih prestasi.

Ke depan, Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka akan terus mempertahankan dan mengembangkan program muhadharah. Melalui kegiatan tersebut, para santri dapat dipersiapkan menjadi generasi yang tidak hanya mampu menghafal Al-Quran, tetapi juga memiliki kecakapan komunikasi, mental kepemimpinan, dan kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.