- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom.,Gr
- 22 Aug 2026
- 45
Santri Al Azka Raih Juara 1 Lomba Ceramah Agama Islam di Kecamatan Cisauk
Dalam rangka
memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor
Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan perlombaan. Yaitu kegiatan yang menarik
perhatian masyarakat, lomba Dai cilik yang diikuti oleh
sejumlah kontestan dari berbagai kalangan.
Pada perlombaan tersebut,
salah satu santri Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka berhasil meraih juara I.
Prestasi itu menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Al Azka sekaligus bukti
bahwa pendidikan pesantren mampu membentuk santri yang unggul dalam bidang
keagamaan dan keterampilan berbicara di depan umum.
Santri Al Azka
bernama Quranu
Samaro Wahid santri
asal Desa Cibogo Kec Cisauk. Ananda Quranu tampil meyakinkan di hadapan
dewan juri dan para peserta lomba lainnya. Dengan materi ceramah yang
disampaikan secara runtut, artikulasi yang jelas, serta keberanian tampil di
depan publik, ia mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga keluar sebagai
pemenang.

Penghargaan kepada
para pemenang diserahkan langsung oleh Camat Cisauk, Hendarto, S.STP., M.Si.
Penyerahan penghargaan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam
rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81 di Kecamatan Cisauk. Selain sebagai
bentuk apresiasi, penghargaan itu juga diharapkan dapat memotivasi generasi
muda untuk terus mengembangkan potensi, khususnya dalam bidang agama,
pendidikan, dan kepemimpinan.
Keberhasilan santri
Al Azka dalam perlombaan tersebut bukanlah hasil dari persiapan yang dilakukan
secara mendadak. Jauh sebelum mengikuti lomba, para santri di tingkat pendidikan SMPTQ & SMATQ AL AZKA telah
mendapatkan pembinaan melalui program rutin yang dilaksanakan setiap Jumat,
yaitu muhadharah.
Muhadharah merupakan
kegiatan latihan pidato, ceramah, atau berbicara di depan umum yang telah lazim
diterapkan di lingkungan pondok pesantren. Kegiatan ini menjadi sarana bagi
santri untuk melatih keberanian, kepercayaan diri, kemampuan menyusun materi,
serta keterampilan menyampaikan gagasan kepada khalayak. Sejumlah penelitian
juga menunjukkan bahwa muhadharah yang dilakukan secara rutin dapat membantu
santri berbicara lebih percaya diri dan mengatasi rasa gugup ketika tampil di
hadapan publik.
Di Pesantren
Tahfizhul Quran Al Azka, muhadharah menjadi salah satu kegiatan unggulan selain
program tahfizh Al-Quran. Melalui kegiatan tersebut, setiap santri memperoleh
kesempatan untuk tampil secara bergiliran. Mereka diberikan jadwal dan tema
yang berbeda-beda sehingga memiliki pengalaman dalam menyampaikan beragam
materi keislaman.
Dalam pelaksanaannya,
muhadharah tidak hanya berfokus pada kemampuan berceramah. Para santri juga
diberi kesempatan untuk menjalankan berbagai peran pendukung dalam sebuah
acara. Sebagian santri bertugas sebagai pembawa acara atau Master of Ceremony
(MC), sementara santri lainnya berperan dalam penampilan hadroh.
Pembagian peran
tersebut membuat kegiatan muhadharah berlangsung lebih dinamis dan menyerupai
acara yang sesungguhnya. Santri belajar membuka acara, memperkenalkan pengisi
acara, mengatur susunan kegiatan, menyampaikan ceramah, serta menampilkan seni
musik religi. Dengan demikian, mereka tidak hanya belajar berbicara, tetapi
juga belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan tampil secara profesional.
Prestasi juara I
dalam lomba ceramah agama Islam di Kecamatan Cisauk menjadi bukti nyata dari
manfaat pembinaan yang dilakukan secara konsisten. Latihan yang teratur,
dukungan para pembimbing, serta keberanian untuk terus tampil menjadi modal
penting bagi santri Al Azka dalam meraih prestasi.
Ke depan, Pesantren
Tahfizhul Quran Al Azka akan
terus mempertahankan dan mengembangkan program muhadharah. Melalui kegiatan
tersebut, para santri dapat dipersiapkan menjadi generasi yang tidak hanya
mampu menghafal Al-Quran, tetapi juga memiliki kecakapan komunikasi, mental
kepemimpinan, dan kesiapan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

