- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom.,Gr
- 07 Sep 2026
- 109
Maulid Nabi 1448 H dan Milad ke-14 Al Azka: Refleksi Perjalanan dan Harapan Baru untuk Pendidikan Tahfizh
Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka, Cisauk, Kabupaten Tangerang,
menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus tasyakuran milad
ke-14 pada Minggu, 6 September 2026. Acara yang berlangsung khidmat di Masjid
Al Azka itu turut menjadi momen silaturahmi bulanan antar santri, wali
santri, serta seluruh keluarga besar pesantren.
Kegiatan dihadiri oleh pimpinan pesantren, para guru, staff, santri, dan
wali santri. Rangkaian acara dibuka dengan pembacaan Maulid Barzanji,
dilanjutkan penampilan santri, tausyiah agama, dan ditutup dengan pemotongan
tumpeng sebagai simbol syukur atas usia ke-14 Al Azka. Suasana sederhana namun
penuh kehangatan keluarga pesantren terasa sepanjang acara.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pesantren Tahfizhul Qur’an Al Azka, KH
Abdul Aziz Mudzakir, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan Al Azka yang
berawal dari rumah Quran hingga kini tumbuh menjadi pesantren tahfizh di
Kecamatan Cisauk. Menurutnya, di usia yang masih relatif muda, Al Azka memiliki
harapan besar untuk terus berkembang dan memberikan manfaat lebih luas bagi
dunia pendidikan. Dengan satu mimpi besar, Al Azka ingin
menjadikan Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka sebagai mercusuar pencetak
generasi Al-Quran di wilayah Kabupaten Tangerang.
KH Abdul Aziz juga menyoroti tantangan dan amanah besar yang
diemban Al Azka dalam mendidik calon penghafal Al-Quran 30 juz. Proses
pendidikan dimulai sejak tingkat dasar, yaitu SD Tahfizhul Quran Al Azka,
ketika santri berusia 6–7 tahun (kelas 1 SD). Pada fase ini, pesantren
berkomitmen mendampingi, mengajar, dan mempersiapkan pra-tahfizh dengan baik
agar santri cilik tersebut mampu menghafal Al-Quran 30 juz secara bertahap dan
optimal.

Di momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H ini, pimpinan pesantren
menyampaikan doa agar seluruh santri Al Azka dipermudah jalannya dalam
menghafal dan mengamalkan nilai-nilai Al-Quran. Ia juga mendoakan para guru
pendidik agar senantiasa diberi kesabaran, profesionalisme, dan terus
berkembang ke arah yang lebih baik dalam membimbing santri. Tentu tiada lupa
doa serta dukungan wali santri yang tetap mempercayakan anaknya untuk mondok di
Al Azka.
Acara ini juga menjadi momen spesial karena bertepatan dengan hari kunjungan wali santri. Kehadiran orang tua untuk menjenguk dan bersilaturahmi dengan anak-anak mereka menambah kehangatan suasana. Hal ini sekaligus menjadi pengingat akan komitmen bersama antara pesantren dan wali santri dalam membentuk generasi penghafal Al-Quran yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan impian menjadi mercusuar pencetak generasi
Al-Quran di Kabupaten Tangerang, Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka terus
berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tahfizh, baik dari segi kurikulum,
metode pembelajaran, maupun pembinaan karakter santri. Langkah ini sejalan
dengan harapan agar Al Azka tidak hanya dikenal sebagai tempat menghafal,
tetapi juga sebagai pusat pembentukan akhlak dan kepribadian Islami yang kuat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan tasyakuran milad ke-14 ini
menjadi refleksi atas perjalanan Al Azka sekaligus penguat tekad untuk terus
berkontribusi bagi umat. Dengan dukungan seluruh elemen pesantren dan wali
santri, Al Azka optimis dapat mewujudkan mimpi besarnya: mencetak generasi
Qurani yang menjadi rahmat bagi lingkungan sekitar dan masyarakat luas.

