Bullying Mematahkan, Akhlak Menyatukan | Pencegahan Tindakan Bullying Bersama POLSEK Cisauk.

Sebagai bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang karakter santri, Pesantren Tahfizh Quran Al Azka telah menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Anti Bullying pada hari Selasa, 08 Juli 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias, bertempat di area pesantren dan menghadirkan pemateri dari BINMAS POLSEK Cisauk, yaitu Ipda Achmad Rustoni dan Ipda Janoko.

Dalam penyampaian materinya, Ipda Janoko memberikan penekanan kuat kepada seluruh santri agar senantiasa menjauhi segala bentuk tindakan yang mengarah pada bullying atau perundungan. Beliau menjelaskan bahwa bullying bukan hanya sebatas kekerasan fisik, tetapi juga dapat berupa ucapan mengejek, merendahkan martabat teman, bahkan tindakan melalui media digital yang dikenal dengan istilah cyber bullying.

Hati-hati dengan ucapan dan perilaku kita terhadap teman. Bullying itu bisa berupa kata-kata yang menyakitkan, tindakan kasar, atau bahkan komentar di media sosial yang merugikan orang lain, ungkap Ipda Janoko.

Mengenali Ciri-Ciri Perilaku Bullying

Agar santri lebih waspada dan dapat menghindari atau menghentikan perilaku bullying, penting untuk mengenali ciri-cirinya. Berikut beberapa contoh tindakan yang dapat dikategorikan sebagai bullying:

  1. Verbal (Ucapan yang menyakitkan)
    • Mengejek fisik, nama, atau latar belakang teman
    • Menghina atau memanggil dengan julukan kasar
    • Mengancam dengan kata-kata
  2. Fisik
    • Memukul, menendang, mendorong, atau menyakiti tubuh orang lain
    • Merusak atau mengambil barang milik teman secara paksa
  3. Sosial/Relasional
    • Mengucilkan teman dari kelompok
    • Menyebarkan gosip atau fitnah
    • Membuat orang lain merasa tidak diterima atau tidak berharga
  4. Cyber Bullying (Melalui media digital)
    • Mengirim pesan atau komentar kasar di media sosial
    • Menyebarkan foto/video tanpa izin untuk mempermalukan seseorang
    • Mengolok-olok teman di grup chat

Membangun Lingkungan Pesantren yang Aman

Lebih lanjut, Ipda Janoko menegaskan pentingnya membangun empati dan menjaga perasaan sesama teman di lingkungan pesantren. Bullying, menurutnya, bukan hanya melukai fisik, tetapi juga bisa meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Oleh karena itu, setiap santri diajak untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghargai perbedaan, dan saling menguatkan satu sama lain.

Kegiatan penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya preventif Pesantren Al Azka dalam mendidik santri tidak hanya menjadi hafizh Quran, tetapi juga memiliki karakter luhur, tangguh, dan peduli terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan seluruh santri dapat membentuk budaya pesantren yang bebas dari bullying, dan menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman dalam bertindak dan berinteraksi.