- By
- 09 Jul 2025
- 1332
Bullying Mematahkan, Akhlak Menyatukan | Pencegahan Tindakan Bullying Bersama POLSEK Cisauk.
Sebagai
bentuk komitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan
mendukung tumbuh kembang karakter santri, Pesantren Tahfizh Quran Al Azka telah
menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Anti Bullying pada hari Selasa, 08 Juli
2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dengan penuh antusias, bertempat
di area pesantren dan menghadirkan pemateri dari BINMAS POLSEK Cisauk, yaitu Ipda Achmad
Rustoni dan Ipda Janoko.
Dalam penyampaian materinya,
Ipda Janoko memberikan penekanan kuat kepada seluruh santri agar senantiasa
menjauhi segala bentuk tindakan yang mengarah pada bullying atau perundungan.
Beliau menjelaskan bahwa bullying bukan hanya sebatas kekerasan fisik, tetapi
juga dapat berupa ucapan mengejek, merendahkan martabat teman, bahkan tindakan
melalui media digital yang dikenal dengan istilah cyber bullying.
Hati-hati dengan ucapan dan
perilaku kita terhadap teman. Bullying itu bisa berupa kata-kata yang
menyakitkan, tindakan kasar, atau bahkan komentar di media sosial yang
merugikan orang lain, ungkap Ipda Janoko.
Mengenali Ciri-Ciri Perilaku Bullying
Agar santri lebih waspada
dan dapat menghindari atau menghentikan perilaku bullying, penting untuk
mengenali ciri-cirinya. Berikut beberapa contoh tindakan yang dapat
dikategorikan sebagai bullying:
- Verbal (Ucapan yang menyakitkan)
- Mengejek fisik, nama,
atau latar belakang teman
- Menghina atau
memanggil dengan julukan kasar
- Mengancam dengan
kata-kata
- Fisik
- Memukul, menendang,
mendorong, atau menyakiti tubuh orang lain
- Merusak atau mengambil
barang milik teman secara paksa
- Sosial/Relasional
- Mengucilkan teman dari
kelompok
- Menyebarkan gosip atau
fitnah
- Membuat orang lain
merasa tidak diterima atau tidak berharga
- Cyber Bullying (Melalui media digital)
- Mengirim pesan atau
komentar kasar di media sosial
- Menyebarkan foto/video
tanpa izin untuk mempermalukan seseorang
- Mengolok-olok teman di
grup chat
Membangun Lingkungan Pesantren yang Aman
Lebih lanjut, Ipda Janoko
menegaskan pentingnya membangun empati dan menjaga perasaan sesama teman di
lingkungan pesantren. Bullying, menurutnya, bukan hanya melukai fisik, tetapi
juga bisa meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Oleh karena itu, setiap
santri diajak untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, menghargai perbedaan,
dan saling menguatkan satu sama lain.
Kegiatan penyuluhan ini
menjadi bagian dari upaya preventif Pesantren Al Azka dalam mendidik santri
tidak hanya menjadi hafizh Quran, tetapi juga memiliki karakter luhur, tangguh,
dan peduli terhadap sesama. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan
seluruh santri dapat membentuk budaya pesantren yang bebas dari bullying, dan
menjadikan nilai-nilai Al-Quran sebagai pedoman dalam bertindak dan
berinteraksi.

