- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom,Gr
- 21 Jun 2026
- 58
Wisuda MUWADDAAH SANTRI 2026: Merajut Cinta, Hafalan, dan Prestasi di Al Azka
Pada tanggal 14 Juni 2026, Aula
Masjid Raya Asmamul Husna, Gading Serpong Tangerang, menjadi saksi kebahagiaan
dan kebanggaan keluarga besar Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Kegiatan
MUWADDAAH SANTRI Tahun Ajaran 2026 diselenggarakan dengan khidmat untuk
merayakan kelulusan Santri SDTQ Al Azka angkatan ke-9, Santri SMPTQ Al Azka
angkatan ke-6, dan Santri SMATQ Excellent Al Azka angkatan ke-9. Acara ini
memadukan tradisi keagamaan, penghargaan akademik, dan ungkapan terima kasih
yang tulus dari para wisudawan kepada guru dan orang tua.
Rangkaian prosesi wisuda dimulai
dengan penyematan medali tanda kelulusan yang dilakukan langsung oleh pimpinan
pesantren, KH Abdul Aziz Mudzakir, S.Pd.I Al Hafizh. Momen penyematan medali
berlangsung khidmat dan penuh haru, ketika satu persatu nama santri dipanggil
maju untuk menerima tanda pengakuan atas capaian tahfizh dan pendidikan mereka.
Penyematan medali bukan sekadar simbol formalitas, melainkan representasi
perjalanan panjang pengabdian, disiplin, dan ketekunan para santri dalam
menghafal Al Quran dan menuntut ilmu.
Setelah prosesi resmi, para wisudawan
menampilkan persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendidik.
Mereka menyanyikan lagu Terima Kasih Guru sebagai ungkapan rasa hormat dan
terima kasih kepada dewan guru tahfizh dan guru formal yang telah membimbing
mereka. Penampilan ini menjadi momen emosional yang menyatukan semua hadirin, setiap bait lagu membawa kenangan
pengorbanan guru, dedikasi para pembimbing, dan kesetiaan santri dalam menuntut
ilmu.
Tidak berhenti di situ, para wisudawan juga menyanyikan lagu Ayah Ibu sebagai wujud cinta bakti kepada orang tua masing-masing. Lagu ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang santri tak lepas dari doa, dukungan, dan pengorbanan keluarga. Suasana menjadi hangat ketika para santri melakukan sungkeman, meletakkan kepala di pangkuan orang tua sebagai bentuk penghormatan dan permohonan restu. Adegan sungkeman tersebut mengundang haru banyak hadirin, menegaskan nilai-nilai akhlak dan tata krama yang ditanamkan pesantren sejak awal.
Salah satu inti acara adalah
pemberian penghargaan kepada santri terbaik pada tiga kategori utama di setiap
jenjang pendidikan, yakni Tahfizh Al Quran, bidang ilmu kepesantrenan, dan
akademik. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi
yang telah ditunjukkan santri dalam pencapaian hafalan Al-Quran, kepemimpinan dan pengamalan
nilai-nilai pesantren, serta kinerja akademik. Penetapan penerima penghargaan
dilakukan dengan penuh objektivitas berdasarkan catatan pembimbing, prestasi
ujian, dan kontribusi sosial di lingkungan pesantren. Penghargaan tersebut
diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi berikutnya untuk terus
meningkatkan kualitas diri di segala bidang.
Acara dilanjutkan dengan Mauidhoh
Hasanan yang disampaikan oleh KH Zuhri Yaqub. Dalam nasihatnya beliau
menegaskan betapa besar keberuntungan bagi orang tua yang dikaruniai anak yang
menjadi Hafizul Quran di masa serba tantangan ini. Pesan beliau menekankan
tanggung jawab kolektif; keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu bersama-sama
menjaga dan membina generasi penghafal Al Quran agar kelak menjadi pemimpin
yang berakhlak dan berilmu. Nasihat tersebut memperkuat visi pesantren dalam
mencetak insan yang tidak hanya hafal Al Quran, tetapi juga berperan aktif bagi
kebaikan umat.
Sesi penutup menampilkan sebuah
inovasi menarik: tayangan video cita-cita santri yang diproduksi dengan bantuan
teknologi AI. Video ini memuat gambaran masa depan yang diimpikan para santri,
mulai dari harapan menjadi pendidik, abdi negara, profesional, hingga pengabdian
sosial. Seluruh wali santri menyambut penayangan ini dengan bangga dan terhibur, gambar dan narasi yang dihasilkan
menegaskan betapa besar harapan keluarga terhadap masa depan anak-anak mereka.
Penggunaan teknologi AI dalam memvisualisasikan cita-cita menjadi bukti
kesediaan pesantren untuk memadukan tradisi keislaman dengan perkembangan zaman
demi memotivasi santri.
Kegiatan MUWADDAAH SANTRI 2026 di Al
Azka bukan sekadar seremonial kelulusan, melainkan momentum untuk mengokohkan
nilai-nilai agama, penghargaan terhadap ilmu, dan penghormatan kepada keluarga
serta pendidik. Harapan bersama adalah agar para lulusan terus istiqamah dalam
mengamalkan Al Quran, menjunjung tinggi akhlak mulia, dan terus belajar untuk
berkontribusi bagi masyarakat. Semoga keberhasilan ini menjadi awal perjalanan
panjang untuk mengabdi kepada agama, bangsa, dan negara.

