Bedah Buku Sabtu: Wujud Komitmen SD Tahfizhul Quran Al Azka dalam Pengembangan Profesional Guru

Kegiatan Bedah Buku di SD Tahfizhul Quran Al Azka merupakan salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi guru terutama di bidang pembelajaran. Program ini digagas oleh Kepala Sekolah, Laili Marifatul Azizah, S.Pd, dengan tujuan menjadikan guru-guru SD Tahfizhul Quran Al Azka semakin unggul dalam penguasaan berbagai sistem dan metode pembelajaran modern. Dalam konteks pendidikan yang terus berkembang, pemahaman mendalam terkait model pembelajaran seperti Deep Learning, Project Based Learning, Discovery Learning, dan Inquiry Learning menjadi sangat penting untuk diimplementasikan di kelas.

Program Bedah Buku dilakukan secara rutin setiap hari Sabtu mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Jadwal ini sengaja dibuat agar guru memiliki waktu cukup tanpa terganggu oleh aktivitas belajar mengajar harian. Setiap guru wajib membaca buku yang telah ditentukan sebagai bahan literasi. Buku-buku tersebut dipilih secara selektif agar relevan dengan kebutuhan pengembangan kualitas proses pembelajaran. Tujuannya agar guru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai penerapan metode pembelajaran secara komprehensif.

Pada sesi kegiatan tersebut, guru yang bertugas memaparkan materi bedah buku harus melakukan penyajian secara jelas dan sistematis. Presentasi ini berfungsi sebagai ajang Berbagi pengetahuan sekaligus memperkuat pemahaman seluruh guru yang hadir. Setelah sesi pemaparan selesai, para guru akan melakukan refleksi bersama. Refleksi ini sangat penting untuk mendiskusikan implementasi praktis dari teori yang diperoleh serta menilai manfaat yang dapat diaplikasikan di kelas masing-masing. Proses diskusi membuat kegiatan bedah buku ini tidak bersifat satu arah, melainkan aktif dan interaktif.

Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan wawasan guru terkait model-model pembelajaran yang sedang tren, tetapi juga memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. Dengan semakin banyak guru membaca dan mendalami buku-buku pendidikan terkini, maka secara otomatis pengetahuan dan keterampilan mereka semakin tajam. Hal ini tentu berdampak positif terhadap kualitas pengajaran dan kemajuan peserta didik di SD Tahfizhul Quran Al Azka.

Laili Marifatul Azizah menyampaikan bahwa harapan besar dari program Bedah Buku adalah menjadikan seluruh tenaga pengajar mampu menerapkan berbagai strategi belajar yang adaptif dan inovatif sesuai kebutuhan peserta didik masa kini. Kompetensi guru harus terus diasah agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah belajar yang saling menguatkan antar guru sehingga terbentuk semangat profesionalisme dan pengembangan diri secara berkelanjutan.

Secara struktur, program ini juga mendukung penguatan kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai tahfizhul Quran dengan pendekatan pedagogi terbaru. Guru didorong agar tidak hanya pandai mengajar tetapi juga mampu membimbing peserta didik dalam aspek spiritual dan akademik secara holistik. Melalui pemahaman mendalam terhadap berbagai model pembelajaran, guru dapat menyesuaikan metode yang tepat agar proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien.

Kesimpulannya, kegiatan Bedah Buku yang rutin dilakukan di SD Tahfizhul Quran Al Azka merupakan terobosan relevan dalam mengembangkan kapasitas guru. Melalui penguasaan teori dan praktik terkait model pembelajaran modern, diharapkan guru mampu meningkatkan profesionalisme dan kualitas pendidikan. Program ini menjadi bukti nyata komitmen kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik untuk terus maju dan berinovasi demi mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia.