- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom.,Gr
- 13 Jul 2026
- 106
Kembalinya Santri dan Semangat Baru Kurikulum di Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka
Pada 11 Juli 2026,
suasana hangat kembali menyelimuti lingkungan Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka
ketika santri putra dan putri yang telah menikmati liburan selama lima hari
pulang kembali ke pondok. Kegembiraan bertemu teman dan guru terlihat jelas di
raut wajah para santri, sekaligus menjadi momen penting karena bersamaan dengan
kedatangan pula santri baru untuk tingkat SDTQ, SMPTQ, dan SMATQ Excellent yang
akan memulai tahun ajaran 2026-2027. Perpaduan antara reuni santri lama dan
sambutan bagi santri baru menandai awal periode pembelajaran yang penuh
harapan.
Rangkaian kegiatan
dimulai dengan sosialisasi di Aula Pesantren yang diikuti oleh seluruh santri
dan wali santri. Harni, S.Pd., M.M., selaku direktur pendidikan Al Azka,
membuka sesi dengan penjelasan mengenai peningkatan kurikulum yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru. Peningkatan tersebut dirancang
untuk menaikkan kualitas
pendidikan di pesantren melalui model terpadu: kurikulum Tahfizh yang fokus
pada penguatan hafalan Al Quran, kurikulum Pesantren yang mengakomodasi
pembelajaran diniyah, serta kurikulum pendidikan formal yang menyesuaikan
standar akademik. Integrasi ketiga kurikulum ini diharapkan mencetak lulusan
yang tidak hanya kuat menghafal tetapi juga memiliki pemahaman keagamaan dan
kompetensi akademik yang baik.
Akibat penerapan
kurikulum terpadu, terjadi penyesuaian jadwal harian santri, mulai dari
rutinitas bangun tidur hingga waktu istirahat malam. Penyesuaian ini dibuat
agar ketiga aspek kurikulum dapat berjalan sinergis tanpa saling bertabrakan.
Misalnya, alokasi waktu untuk murajaah hafalan, pengajian diniyah, dan
pembelajaran formal disusun sedemikian rupa sehingga setiap kegiatan memperoleh
porsi yang proporsional. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas
proses belajar mengajar serta membantu santri membangun disiplin waktu dan
manajemen belajar yang lebih baik.
Dalam sambutannya
pada akhir sosialisasi, pimpinan pesantren KH. Abdul Aziz Mudzakir, S.Pd.I Al
Hafizh memberikan dorongan motivasi kepada para santri. Beliau menekankan
pentingnya ketekunan dan konsistensi dalam proses menghafal Al Quran, serta
memberi petuah agar semangat belajar selalu dijaga meskipun menghadapi berbagai
tantangan. Selain itu, pimpinan pesantren juga menyampaikan pesan kepada wali
santri untuk memberikan dukungan secara amaliah dari rumah. Bentuk dukungan ini
dianggap krusial agar proses pendidikan dan penguatan hafalan di pesantren
dapat berlangsung efektif; dukungan orang tua akan memberi rasa aman dan
motivasi tambahan bagi santri dalam menuntut ilmu.
Kegiatan resmi
ditutup dengan momen mushafahah antara wali santri dan seluruh guru serta staf
Al Azka. Tradisi ini memperkuat ikatan antara keluarga santri dan keluarga
besar pesantren, sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam membimbing
generasi muda. Interaksi hangat pada acara penutupan mencerminkan suasana
kekeluargaan yang menjadi ciri khas pesantren, di mana kerja sama antara
lembaga pendidikan dan orang tua dianggap sebagai fondasi penting keberhasilan
pendidikan.
Setelah acara formal
selesai, wali santri mendampingi anak-anak mereka ke asrama untuk menata barang
dan merapikan pakaian. Momen ini juga dimanfaatkan untuk memberikan nasihat
singkat dan doa agar anak-anak tetap semangat dalam menuntut ilmu dan menghafal
Al Quran di Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Keberadaan wali pada saat-saat
awal penempatan kembali sangat membantu santri, khususnya santri baru,
menyesuaikan diri dengan lingkungan dan rutinitas pesantren yang baru.
Kembalinya santri
lama dan kedatangan santri baru pada tanggal 11 Juli 2026 menjadi awal yang
penuh makna bagi Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Dengan penerapan kurikulum
terpadu dan semangat kolektif dari pimpinan, pengajar, santri, serta wali
santri, diharapkan periode pembelajaran tahun ajaran 2026-2027 akan
menghasilkan pencapaian yang lebih optimal baik dalam aspek hafalan, pemahaman
agama, maupun prestasi akademik. Semoga suasana kebersamaan dan ketekunan yang
terbangun menjadi modal utama dalam mendidik generasi penghafal Al Quran yang
berkualitas.

