Kenangan Terakhir Santri Kelas VI SD Tahfizhul Quran Al Azka: Outbound Kenangan di Lubana Sengkol

Kegiatan outbound yang dihelat oleh kelas VI SD Tahfizhul Quran Al Azka pada tanggal 17–18 Juni 2025 merupakan momen istimewa yang sarat makna bagi para santri sebagai penutup perjalanan mereka di jenjang sekolah dasar. Bertempat di Lubana Sengkol, Tangerang Selatan, rangkaian acara dirancang tidak sekadar sebagai hiburan, melainkan juga wahana penguatan ukhuwah, pembentukan karakter, dan penggalian kemandirian sebelum para santri melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.

Kegiatan dimulai pada sore hari tanggal 17 Juni 2025. Para santri, didampingi tim profesional dari Lubana Sengkol, secara bergotong-royong mendirikan tenda kemah secara mandiri. Proses pendirian tenda menjadi pembelajaran praktis tentang kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab. Aktivitas itu sekaligus membuka suasana kebersamaan yang hangat, karena setiap anak belajar berbagi tugas dan saling membantu demi tercapainya tujuan bersama.

Memasuki malam hari, suasana menjadi lebih khidmat dan penuh kenangan. Di hadapan api unggun yang menyala, Kepala Sekolah SD Tahfizhul Quran Al Azka, Laili Marifatul Azizah, S.Pd,Gr, menyampaikan motivasi dan nasihat kenangan kepada para santri. Dalam sambutannya beliau menegaskan pentingnya menjaga akhlak, menjaga hafalan Al Quran, serta menjalin hubungan baik dengan guru dan teman meskipun nanti jalur pendidikan mereka berbeda. Pesan-pesan beliau disampaikan dengan bahasa yang lembut namun tegas, sehingga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta yang sebentar lagi menjadi alumni.

Suasana keakraban berlanjut dengan kegiatan bakar jagung bersama. Kesederhanaan ritual ini mempererat rasa kebersamaan; anak-anak bercengkerama, tertawa, dan saling berbagi cerita. Setelah itu, para santri kembali ke tenda masing-masing untuk tidur malam. Tidur bersama di alam terbuka menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak, sekaligus mengajarkan disiplin, kemandirian, dan rasa aman dalam lingkungan kolektif.

Esok paginya, tanggal 18 Juni 2025, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi yang energik dan jelajah alam. Senam pagi berfungsi sebagai pemanasan untuk melanjutkan aktivitas fisik, sedangkan jelajah alam memberi kesempatan kepada santri mengenal dan menghargai lingkungan sekitar. Kedua aktivitas ini menjadi pembelajaran holistik yang menggabungkan aspek kesehatan jasmani dan kecintaan terhadap ciptaan Allah.

Puncak kegiatan outbound menghadirkan berbagai wahana yang menantang sekaligus mendidik. Anak-anak mencoba flying fox, merasakan keberanian dan kepercayaan diri saat meluncur di udara. Permainan memanah melatih konsentrasi dan ketelitian, sedangkan tantangan halang rintang mengasah ketangguhan fisik serta strategi kerja tim. Kegiatan gambar ekspresi memberi ruang bagi kreativitas dan ekspresi emosi, sementara permainan perahu karet menuntut koordinasi serta kerja sama kelompok. Ragam kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai keterampilan sosial, keberanian, kreativitas, dan kebersamaan.

Kegiatan outbound ditutup pada sore hari tanggal 18 Juni 2025 dengan suasana haru namun syukur. Momen penutupan menjadi kesempatan bagi para peserta untuk merefleksikan pengalaman yang telah dilalui, mengabadikan kenangan, dan menyampaikan harapan untuk masa depan. Kegiatan ini dipandang sebagai kegiatan khusus kelas akhir yang berfungsi sebagai sarana hiburan sekaligus pengukuhan ikatan emosional antara santri, sekolah, dan guru pembimbing.

Adanya kegiatan outbound ini diharapkan dapat mempertahankan silaturahmi antara santri dengan lingkungan sekolah dan pesantren. Mengingat sebagian santri akan melanjutkan ke SMP Tahfizhul Quran Al Azka sementara yang lain meneruskan pendidikan di lembaga berbeda, kegiatan semacam ini menjadi modal sosial penting agar nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan rasa hormat kepada guru tetap terpelihara. Lebih jauh, pengalaman bersama di Lubana Sengkol diharapkan menjadi fondasi kenangan positif yang menguatkan identitas spiritual dan akademik mereka.

Secara keseluruhan, kegiatan outbound kelas VI SD Tahfizhul Quran Al Azka bukan sekadar rekreasi, melainkan sebuah rangkaian pembelajaran hidup. Dengan kombinasi aktivitas fisik, spiritual, dan sosial, kegiatan ini berhasil menyemai semangat kebersamaan dan menegaskan pesan moral yang akan dibawa santri dalam perjalanan pendidikan selanjutnya. Semoga kenangan dan pesan yang tertanam selama kegiatan tersebut senantiasa menjadi bekal bagi para santri dalam menapaki jenjang berikutnya.