Berita
- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom,Gr
- 24 Jun 2026
- 76
Kenangan Terakhir Santri Kelas VI SD Tahfizhul Quran Al Azka: Outbound Kenangan di Lubana Sengkol
Kegiatan outbound yang dihelat oleh kelas VI SD
Tahfizhul Quran Al Azka pada tanggal 17–18 Juni 2025 merupakan momen istimewa
yang sarat makna bagi para santri sebagai penutup perjalanan mereka di jenjang
sekolah dasar. Bertempat di Lubana Sengkol, Tangerang Selatan, rangkaian acara
dirancang tidak sekadar sebagai hiburan, melainkan juga wahana penguatan
ukhuwah, pembentukan karakter, dan penggalian kemandirian sebelum para santri
melangkah ke jenjang pendidikan berikutnya.
Kegiatan dimulai pada sore hari tanggal 17 Juni
2025. Para santri, didampingi tim profesional dari Lubana Sengkol, secara
bergotong-royong mendirikan tenda kemah secara mandiri. Proses pendirian tenda
menjadi pembelajaran praktis tentang kerja sama, komunikasi, dan tanggung
jawab. Aktivitas itu sekaligus membuka suasana kebersamaan yang hangat, karena
setiap anak belajar berbagi tugas dan saling membantu demi tercapainya tujuan
bersama.
Memasuki malam hari, suasana menjadi lebih khidmat
dan penuh kenangan. Di hadapan api unggun yang menyala, Kepala Sekolah SD
Tahfizhul Quran Al Azka, Laili Marifatul Azizah, S.Pd,Gr, menyampaikan motivasi
dan nasihat kenangan kepada para santri. Dalam sambutannya beliau menegaskan
pentingnya menjaga akhlak, menjaga hafalan Al Quran, serta menjalin hubungan
baik dengan guru dan teman meskipun nanti jalur pendidikan mereka berbeda.
Pesan-pesan beliau disampaikan dengan bahasa yang lembut namun tegas, sehingga
meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta yang sebentar lagi menjadi
alumni.
Suasana keakraban berlanjut dengan kegiatan bakar
jagung bersama. Kesederhanaan ritual ini mempererat rasa kebersamaan; anak-anak
bercengkerama, tertawa, dan saling berbagi cerita. Setelah itu, para santri
kembali ke tenda masing-masing untuk tidur malam. Tidur bersama di alam terbuka
menjadi pengalaman baru bagi sebagian besar anak, sekaligus mengajarkan
disiplin, kemandirian, dan rasa aman dalam lingkungan kolektif.
Esok paginya, tanggal 18 Juni 2025, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi yang energik dan jelajah alam. Senam pagi berfungsi sebagai pemanasan untuk melanjutkan aktivitas fisik, sedangkan jelajah alam memberi kesempatan kepada santri mengenal dan menghargai lingkungan sekitar. Kedua aktivitas ini menjadi pembelajaran holistik yang menggabungkan aspek kesehatan jasmani dan kecintaan terhadap ciptaan Allah.
Puncak kegiatan outbound menghadirkan berbagai
wahana yang menantang sekaligus mendidik. Anak-anak mencoba flying fox,
merasakan keberanian dan kepercayaan diri saat meluncur di udara. Permainan
memanah melatih konsentrasi dan ketelitian, sedangkan tantangan halang rintang
mengasah ketangguhan fisik serta strategi kerja tim. Kegiatan gambar ekspresi
memberi ruang bagi kreativitas dan ekspresi emosi, sementara permainan perahu
karet menuntut koordinasi serta kerja sama kelompok. Ragam kegiatan tersebut
dirancang untuk menumbuhkan nilai-nilai keterampilan sosial, keberanian,
kreativitas, dan kebersamaan.
Kegiatan outbound ditutup pada sore hari tanggal
18 Juni 2025 dengan suasana haru namun syukur. Momen penutupan menjadi
kesempatan bagi para peserta untuk merefleksikan pengalaman yang telah dilalui,
mengabadikan kenangan, dan menyampaikan harapan untuk masa depan. Kegiatan ini
dipandang sebagai kegiatan khusus kelas akhir yang berfungsi sebagai sarana
hiburan sekaligus pengukuhan ikatan emosional antara santri, sekolah, dan guru
pembimbing.
Adanya kegiatan outbound ini diharapkan dapat
mempertahankan silaturahmi antara santri dengan lingkungan sekolah dan
pesantren. Mengingat sebagian santri akan melanjutkan ke SMP Tahfizhul Quran Al
Azka sementara yang lain meneruskan pendidikan di lembaga berbeda, kegiatan
semacam ini menjadi modal sosial penting agar nilai-nilai keagamaan,
kebersamaan, dan rasa hormat kepada guru tetap terpelihara. Lebih jauh,
pengalaman bersama di Lubana Sengkol diharapkan menjadi fondasi kenangan
positif yang menguatkan identitas spiritual dan akademik mereka.
Secara keseluruhan, kegiatan outbound kelas VI SD
Tahfizhul Quran Al Azka bukan sekadar rekreasi, melainkan sebuah rangkaian
pembelajaran hidup. Dengan kombinasi aktivitas fisik, spiritual, dan sosial,
kegiatan ini berhasil menyemai semangat kebersamaan dan menegaskan pesan moral
yang akan dibawa santri dalam perjalanan pendidikan selanjutnya. Semoga
kenangan dan pesan yang tertanam selama kegiatan tersebut senantiasa menjadi
bekal bagi para santri dalam menapaki jenjang berikutnya.

