MENGGALI HIKMAH DIBALIK PERISTIWA ISRA MIRAJ RASULLAH SAW

Isra Miraj merupakan peristiwa bersejarah yang sangat agung. Sebuah perjalanan kilat lintas dimensi dalam satu malam. Saat Nabi Muhammad saw diperlihatkan hal-hal gaibmenerima syariat shalat lima waktu dari Allah swt secara langsung dan Nabi Muhammad SAW berjumpa dengan nabi-nabi terdahulu dan menjadi imam shalat bagi mereka.

Peristiwa bersejarah ini diabadikan dalam firman Allah swt,

 

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Isra [17]: 1)

 

Segala sesuatu yang Allah kehendaki pasti menyimpan hikmah di baliknya. Apalagi sekelas peristiwa agung Isra Miraj. Momen yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab ini memiliki sejumlah hikmah. Berikut adalah delapan hikmah di balik peristiwa Isra Miraj. 


PertamaTingginya Derajat Kehambaan.

 

Penyebutan Nabi Muhammad SAW dalam (QS Al-Irsa: 1) menggunakan kata abdun yang memiliki arti hamba, tidak menggunakan kata nabi, rasul ataupun khalil (kekasih). Ini menunjukkan bahwa derajat kehambaan di sisi Allah memiliki nilai yang sangat tinggi. Oleh karena itu, ketika Al-Quran berbicara tentang orang-orang ikhlas menggunakan kata Abdun. Penyebutan kata tersebut yang ditunjukkan untuk Nabi Muhammad tidak hanya terdapat pada surat lainnya :


Al-Baqarah ayat 23 :

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.


KeduaPembekalan Dakwah yang Tangguh.


Sebelum peristiwa Isra Miraj, orang-orang yang Nabi cintai & mendukung misi dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia.

Pertama adalah wafatnya Abu Thalib, seorang paman yang sangat dicintai, paman yang selama bertahun-tahun memeliharanya. Sejak beliau berusia 8 tahun sampai diantar ke gerbang kebahagiaan ketika ia menikah dengan Khadijah dalam usia 25 tahun.

Kedua adalah wafatnya Sayyidah Khadijah, istri yang sangat beliau cintai dan ia pun sangat mencintainya. Istri yang senantiasa mendampinginya selama bertahun-tahun dalam segala suka dan duka. Khadijah adalah wanita bangsawan Quraisy yang memiliki sifat keibuan yang luhur. Ia selalu berusaha membahagiakan Nabi dalam segala kehidupannya & senantiasa mendukung kegiatan2 yang dilakukannya.


KetigaMenyampaikan Kebenaran Meskipun Pahit.



Begitu pagi setelah malam Isra Miraj, Nabi mengabarkan apa yang baru dialaminya ke penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar tidak masuk akal ini. Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan. 


KeempatSyariat Nabi Muhammad Menghapus Syariat Nabi-Nabi Terdahulu.


Saat peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk & mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya. 


KelimaKeistimewaan Masjidil Aqsha bagi Umat Muslim.


Dalam perjalanan Isra, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan Nabi, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Ini merupakan indikasi betapa mulianya masjid tersebut. Bahkan masjid ini pernah menjadi kiblat shalat sebelum akhirnya berganti ke Kabah. Pahala shalat Baitul Maqdis (Masjid al-Aqsha) juga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.


KeenamIslam Merupakan Agama yang Suci.


Ketika Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu & khamr saat Miraj. Nabi lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril as berkata, Engkau telah diberi hadiah kesucian. Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama suci (fitrah). 


KetujuhPentingnya Persoalan Shalat.


Malam Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung, tanpa melalui perantara Malaikat Jibril sebagaimana syariat-syariat lainnya. Ini menunjukkan betapa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat Islam.


KedelapanMemantapkan Nabi Muhammad saw.


Sebelum Miraj, Rasulullah hanya mendengar info terkait surga, neraka & hal-hal gaib lainnya melalui wahyu. Ini namanya ilmul yaqin, Nabi mengimani tapi belum melihat langsung. Ketika Miraj, Rasulullah saw melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ainul yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ainul yaqin, maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.