Berita
- By KH. Abdul Aziz Mudzakir, S.pd.I Al Hafizh
- 27 Jan 2025
- 993
MENGGALI HIKMAH DIBALIK PERISTIWA ISRA MIRAJ RASULLAH SAW
Isra
Miraj merupakan peristiwa bersejarah yang sangat agung. Sebuah
perjalanan kilat lintas dimensi dalam satu malam. Saat Nabi Muhammad saw
diperlihatkan hal-hal gaib, menerima syariat shalat
lima waktu dari Allah swt secara langsung dan Nabi Muhammad SAW berjumpa
dengan nabi-nabi
terdahulu dan menjadi imam shalat bagi mereka.
Peristiwa
bersejarah ini diabadikan dalam firman Allah swt,
Maha
Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al
Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar
Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami.
Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Isra [17]: 1)
Segala
sesuatu yang Allah
kehendaki pasti menyimpan hikmah di baliknya. Apalagi sekelas peristiwa agung
Isra Miraj. Momen yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab ini
memiliki sejumlah hikmah. Berikut adalah delapan hikmah di balik peristiwa Isra
Miraj.
Pertama, Tingginya Derajat
Kehambaan.
Penyebutan
Nabi Muhammad SAW dalam (QS Al-Irsa: 1) menggunakan kata abdun yang
memiliki arti hamba, tidak menggunakan kata nabi, rasul ataupun khalil (kekasih). Ini
menunjukkan bahwa derajat kehambaan di sisi Allah memiliki nilai yang sangat
tinggi. Oleh karena itu, ketika Al-Quran berbicara tentang
orang-orang ikhlas menggunakan kata Abdun. Penyebutan
kata tersebut yang ditunjukkan untuk Nabi Muhammad tidak hanya
terdapat pada surat lainnya :
Al-Baqarah ayat 23 :
Dan
jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada
hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan
ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
Kedua, Pembekalan Dakwah yang Tangguh.
Sebelum
peristiwa Isra Miraj, orang-orang yang Nabi cintai & mendukung misi
dakwahnya sepenuh hati silih berganti meninggal dunia.
Pertama
adalah wafatnya Abu Thalib, seorang paman yang sangat dicintai, paman yang
selama bertahun-tahun memeliharanya. Sejak beliau berusia 8 tahun sampai
diantar ke gerbang kebahagiaan ketika ia menikah dengan Khadijah dalam usia
25 tahun.
Kedua
adalah wafatnya Sayyidah Khadijah, istri yang sangat beliau cintai
dan ia pun sangat mencintainya. Istri yang senantiasa
mendampinginya selama bertahun-tahun dalam segala suka dan duka.
Khadijah adalah wanita bangsawan Quraisy yang memiliki sifat keibuan yang
luhur. Ia selalu berusaha membahagiakan Nabi dalam segala kehidupannya
& senantiasa mendukung kegiatan2 yang dilakukannya.
Ketiga, Menyampaikan
Kebenaran Meskipun Pahit.
Begitu
pagi setelah malam Isra Miraj, Nabi mengabarkan apa yang baru dialaminya ke
penduduk Makkah. Praktis, banyak orang yang tidak percaya dengan kabar tidak masuk
akal ini. Ini menunjukkan bahwa kebenaran harus tetap disampaikan, meskipun banyak mendapat penolakan.
Keempat, Syariat Nabi Muhammad Menghapus Syariat Nabi-Nabi Terdahulu.
Saat peristiwa Isra Miraj, Rasulullah SAW menjadi imam shalat bagi nabi-nabi terdahulu. Ini bukti bahwa mereka tunduk & mengikuti risalah Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi isyarat bahwa syariatnya telah menghapus syariat nabi-nabi sebelumnya.
Kelima, Keistimewaan
Masjidil Aqsha bagi Umat Muslim.
Dalam
perjalanan Isra, masjid yang berada di Palestina itu menjadi tempat tujuan
Nabi, sebelum akhirnya bertolak ke Sidratul Muntaha. Ini merupakan indikasi
betapa mulianya masjid tersebut. Bahkan masjid ini pernah
menjadi kiblat shalat sebelum akhirnya berganti ke Kabah. Pahala shalat Baitul
Maqdis (Masjid al-Aqsha) juga 500 kali lipat dibanding masjid biasa.
Keenam, Islam Merupakan Agama yang Suci.
Ketika
Nabi Muhammad SAW diberi pilihan antara air susu & khamr saat Miraj. Nabi
lebih memilih susu. Kemudian Malaikat Jibril as berkata, Engkau telah
diberi hadiah kesucian. Ini sebagai isyarat bahwa Islam adalah agama
suci (fitrah).
Ketujuh, Pentingnya
Persoalan Shalat.
Malam
Isra Miraj merupakan waktu disyariatkannya shalat lima waktu secara langsung,
tanpa melalui perantara Malaikat Jibril sebagaimana syariat-syariat lainnya.
Ini menunjukkan betapa shalat memiliki kedudukan sangat penting bagi umat
Islam.
Kedelapan, Memantapkan Nabi
Muhammad saw.
Sebelum
Miraj, Rasulullah hanya mendengar info terkait surga, neraka & hal-hal gaib
lainnya melalui wahyu. Ini namanya ilmul yaqin, Nabi
mengimani tapi belum melihat langsung. Ketika Miraj, Rasulullah saw
melihat langsung dengan mata kepala beliau sendiri. Ini namanya ainul
yaqin. Ketika seseorang sudah sampai pada ainul yaqin,
maka kemantapan atas apa yang diyakininya semakin kuat.

-500x500.jpg)