- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom
- 16 Sep 2025
- 773
Milad ke-13 Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka: Napak Tilas dan Doa Bersama
Selasa, 16 September 2025, menjadi momen bersejarah bagi
keluarga besar Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Pada hari tersebut, seluruh
santri putra-putri, guru, staf, serta pimpinan pesantren berkumpul dalam
suasana penuh kebersamaan untuk memperingati Milad ke-13 Al Azka. Kegiatan ini
digelar sederhana namun khidmat, dimulai pada pukul 12.30 WIB bada Dzuhur di
lingkungan pesantren yang kini berdiri kokoh di Kecamatan Cisauk.
Acara diawali dengan sambutan dan tausiyah dari KH Abdul
Aziz Mudzakir, yang dikenal sebagai salah satu sosok penting dalam perjalanan
panjang Al Azka. Dalam kesempatan itu, beliau membawakan kisah Napak Tilas
berdirinya pesantren sejak awal mula. Kyai Aziz menceritakan bahwa cikal bakal
Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka berawal dari sebuah rumah tahfizh sederhana
di Cipondoh, Tangerang. Saat itu jumlah santri hanya sekitar 7 hingga 8 orang.
Namun, dengan semangat pendidikan Al-Quran yang
kuat, rumah tahfizh tersebut berkembang pesat dan menarik minat masyarakat
luas.
Seiring bertambahnya jumlah santri, kebutuhan akan tempat belajar yang lebih luas dan representatif semakin mendesak. Atas izin Allah dan dukungan banyak pihak, akhirnya berdirilah pesantren di wilayah Cisauk. Pada masa awal, bangunan yang digunakan masih bersifat semi permanen. Meski demikian, suasana belajar tetap penuh semangat dan nilai perjuangan. Kini, lokasi pesantren yang dulunya masih dikelilingi lahan kosong, telah berubah menjadi kawasan yang strategis, berada di tengah lingkungan perumahan elit dan dekat dengan pusat pengembangan wilayah BSD Tangerang.
Dalam perjalanan waktu, Pesantren Al Azka tidak berhenti
berbenah. Satu demi satu gedung baru berhasil didirikan untuk menunjang proses
pendidikan. Mulai dari unit pendidikan SDTQ (Sekolah Dasar Tahfizhul Quran),
SMPTQ (Sekolah Menengah Pertama Tahfizhul Quran), hingga SMATQ Excellent Al
Azka. Semua jenjang tersebut menjadi bukti nyata kesungguhan pesantren dalam
mendidik generasi Qurani yang unggul di bidang akademik sekaligus berakhlak
mulia.
Setelah mendengarkan kisah penuh inspirasi dari KH Abdul
Aziz Mudzakir, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua
Yayasan, Kyai Masudin Arasy, S.Pd.I. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan,
memohon keberkahan serta kelancaran langkah pesantren dalam mewujudkan
cita-cita mulia sebagai pusat pendidikan Quran yang berkualitas.
Sebagai simbol rasa syukur, acara kemudian diteruskan
dengan prosesi pemotongan nasi tumpeng. Potongan tumpeng pertama diberikan
sebagai tanda kebersamaan dan penghormatan atas perjuangan panjang yang telah
dilalui. Setelah itu, seluruh santri, guru, dan pimpinan menikmati makan siang
bersama dalam suasana penuh kekeluargaan.
Dalam pesannya, KH Abdul Aziz Mudzakir menegaskan bahwa meskipun Al Azka masih memiliki banyak kekurangan, semangat untuk terus belajar, berjuang, dan berbenah tidak pernah padam. “Pesantren ini lahir dari keterbatasan, namun dengan keyakinan dan doa, Allah memberikan jalan sehingga kita sampai pada kondisi sekarang. Tugas kita selanjutnya adalah menjaga amanah ini, meningkatkan kualitas pendidikan Quran, serta membentuk santri yang lebih baik di masa depan,” ungkap beliau.
Peringatan Milad ke-13 ini menjadi momentum penting bagi
keluarga besar Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka untuk mengenang perjuangan,
memperkuat komitmen, sekaligus mempererat ikatan silaturahmi. Semoga Al Azka
senantiasa diberi keberkahan, tetap istiqamah dalam mencetak generasi Qurani,
dan terus berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan agama.

