- By Muhammad Irsan Rasyad, S.I.Kom, Gr
- 17 Feb 2026
- 322
FUN LEARNING di Citra Raya World of Wonders dan Ziaroh
Pagi Rabu, 21
Januari 2026, pukul 07.00 WIB, Santri
Pesantren Tahfizhul Quran (SDTQ) Al Azka kelas awal hingga akhir, ditemani
dewan guru dan asatidz, berangkat dengan penuh semangat menuju Citra Raya World
of Wonders theme park. Perjalanan ini bukan sekadar piknik, melainkan rihlah
tarbawi—perjalanan pendidikan yang menggabungkan fun learning, penguatan
karakter, dan ibadah. Bus berisi puluhan santri meluncur lancar, meninggalkan
pesantren menuju petualangan edukatif yang dirancang khusus untuk membentuk
generasi santri pintar dan berakhlak mulia.
Sesampainya di
lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan dimulai dengan ritual wajib: foto
bersama seluruh peserta. Senyum lebar santri dan guru terekam abadi, menjadi
saksi awal hari yang penuh berkah. Petualangan pun langsung terbuka lebar.
Kegiatan pertama mengarah ke gedung Teknomania, dipandu oleh pemandu wisata
berpengalaman. Di sini, santri tak hanya melihat, tapi merasakan ilmu secara
interaktif. Fenomena biologi dipelajari melalui digital e-learning canggih,
lengkap dengan simulasi makhluk hidup. Fisika hadir dalam eksperimen sederhana
yang menakjubkan, seperti gaya gravitasi dan gerak parabola. Tak ketinggalan,
kisah para penemu hebat seperti Thomas Edison dan Albert Einstein dikemas
dengan video animasi menarik. Suasana belajar jadi menyenangkan, jauh dari
hafalan kaku di kelas.
Teknomania juga
menyimpan kejutan: Museum Insectarium dengan koleksi kumbang eksotis dari
seluruh dunia, dan Museum Satwa yang menampilkan replika hewan purba. Santri
mata berbinar, sambil bertanya-tanya tentang kebesaran ciptaan Allah SWT.
"Ini seperti Al-Qur'an hidup, mengajarkan tanda-tanda kekuasaan-Nya,"
ujar seorang santri cilik dengan polos.
Petualangan
berlanjut ke Ruang Kebangsaan, sarana premium yang selaras dengan Kurikulum
Merdeka. Ruang ini dilengkapi fasilitas interaktif untuk membentuk karakter
Pancasila. Santri belajar sejarah pahlawan bangsa seperti Soekarno, Cut Nyak
Dhien, dan Kapten Pattimura melalui hologram dan touch screen. Adat istiadat
daerah Indonesia juga dieksplorasi, dari tarian Saman hingga rumah adat Toraja.
Integrasi ini memperkuat rasa nasionalisme santri pesantren, menjadikan mereka
tak hanya hafidz Qur'an, tapi juga warga negara yang cinta tanah air.
Tak berhenti di
situ, rombongan menuju World of Wonders. Santri terkagum-kagum melihat miniatur
bangunan bersejarah dunia: Tembok Cina yang megah, Piramida Mesir misterius,
Candi Borobudur megah, hingga Colosseum Romawi. Setiap miniatur disertai narasi
audio tentang peradaban kuno, mengajarkan nilai sejarah dan keragaman budaya.
Santri tak hanya berfoto, tapi mendiskusikan pelajaran: bagaimana peradaban
bangkit dari iman dan ilmu pengetahuan.
Setelah sesi fun
learning, santri dibebaskan menikmati wahana permainan. Cinema 4D membuat
mereka berteriak kegirangan dengan efek angin dan air. Kincir Jurassic berputar
ala dinosaurus, sementara Rumah Angker uji nyali. Sepeda Udara, Planetarium
dengan simulasi galaksi, Keliling Dunia via kereta mini, dan Water Outbound
basah kuyup—semua wahana jadi ajang kebersamaan. Tawa riang memenuhi udara,
mempererat ukhuwah antar santri dan guru.
Pukul 15.30 WIB,
perjalanan dilanjutkan ke Maqbaroh Abuya Uci Turtusi, ulama saleh yang makamnya
sarat berkah. Sebelum ziarah, santri dan asatidz sholat Ashar berjamaah di
mushalla setempat. Ziarah dipimpin Ustadz Samsul Bahar, bersama Ketua Yayasan Kyai Mas’udin Arasy. Doa-doa panjang
dipanjatkan untuk keberkahan ilmu dan keselamatan. Maghrib pun dikerjakan
berjamaah, sebelum rombongan kembali ke bus pukul 18.00 WIB. Perjalanan pulang
lancar meski hujan deras, tiba di pesantren pukul 20.45 WIB. Alhamdulillah,
semua selamat tanpa insiden.
"Rihlah
tarbawi adalah perjalanan belajar yang menyenangkan. Di sana para santri tidak
hanya bermain, tetapi juga belajar, berdoa, dan mempererat kebersamaan. Semoga
setiap langkah dalam perjalanan ini membawa kebaikan dan menjadi kenangan yang
penuh makna," ujar Kepala Satuan Pendidikan SDTQ Al Azka, Kyai Mas’udin Ar
Rasy.
Kegiatan ini
sukses membuktikan bahwa pendidikan pesantren modern tak melulu di ruang kelas.
Rihlah tarbawi seperti ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter
Pancasila, dan ibadah Islam, sesuai visi Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Ke
depan, diharapkan rihlah serupa terus digelar, dengan agenda kegiatan yang lebih baik lagi.

