FUN LEARNING di Citra Raya World of Wonders dan Ziaroh

Pagi Rabu, 21 Januari 2026, pukul 07.00 WIB, Santri Pesantren Tahfizhul Quran (SDTQ) Al Azka kelas awal hingga akhir, ditemani dewan guru dan asatidz, berangkat dengan penuh semangat menuju Citra Raya World of Wonders theme park. Perjalanan ini bukan sekadar piknik, melainkan rihlah tarbawi—perjalanan pendidikan yang menggabungkan fun learning, penguatan karakter, dan ibadah. Bus berisi puluhan santri meluncur lancar, meninggalkan pesantren menuju petualangan edukatif yang dirancang khusus untuk membentuk generasi santri pintar dan berakhlak mulia.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, kegiatan dimulai dengan ritual wajib: foto bersama seluruh peserta. Senyum lebar santri dan guru terekam abadi, menjadi saksi awal hari yang penuh berkah. Petualangan pun langsung terbuka lebar. Kegiatan pertama mengarah ke gedung Teknomania, dipandu oleh pemandu wisata berpengalaman. Di sini, santri tak hanya melihat, tapi merasakan ilmu secara interaktif. Fenomena biologi dipelajari melalui digital e-learning canggih, lengkap dengan simulasi makhluk hidup. Fisika hadir dalam eksperimen sederhana yang menakjubkan, seperti gaya gravitasi dan gerak parabola. Tak ketinggalan, kisah para penemu hebat seperti Thomas Edison dan Albert Einstein dikemas dengan video animasi menarik. Suasana belajar jadi menyenangkan, jauh dari hafalan kaku di kelas.

Teknomania juga menyimpan kejutan: Museum Insectarium dengan koleksi kumbang eksotis dari seluruh dunia, dan Museum Satwa yang menampilkan replika hewan purba. Santri mata berbinar, sambil bertanya-tanya tentang kebesaran ciptaan Allah SWT. "Ini seperti Al-Qur'an hidup, mengajarkan tanda-tanda kekuasaan-Nya," ujar seorang santri cilik dengan polos.

Petualangan berlanjut ke Ruang Kebangsaan, sarana premium yang selaras dengan Kurikulum Merdeka. Ruang ini dilengkapi fasilitas interaktif untuk membentuk karakter Pancasila. Santri belajar sejarah pahlawan bangsa seperti Soekarno, Cut Nyak Dhien, dan Kapten Pattimura melalui hologram dan touch screen. Adat istiadat daerah Indonesia juga dieksplorasi, dari tarian Saman hingga rumah adat Toraja. Integrasi ini memperkuat rasa nasionalisme santri pesantren, menjadikan mereka tak hanya hafidz Qur'an, tapi juga warga negara yang cinta tanah air.

Tak berhenti di situ, rombongan menuju World of Wonders. Santri terkagum-kagum melihat miniatur bangunan bersejarah dunia: Tembok Cina yang megah, Piramida Mesir misterius, Candi Borobudur megah, hingga Colosseum Romawi. Setiap miniatur disertai narasi audio tentang peradaban kuno, mengajarkan nilai sejarah dan keragaman budaya. Santri tak hanya berfoto, tapi mendiskusikan pelajaran: bagaimana peradaban bangkit dari iman dan ilmu pengetahuan.

Setelah sesi fun learning, santri dibebaskan menikmati wahana permainan. Cinema 4D membuat mereka berteriak kegirangan dengan efek angin dan air. Kincir Jurassic berputar ala dinosaurus, sementara Rumah Angker uji nyali. Sepeda Udara, Planetarium dengan simulasi galaksi, Keliling Dunia via kereta mini, dan Water Outbound basah kuyup—semua wahana jadi ajang kebersamaan. Tawa riang memenuhi udara, mempererat ukhuwah antar santri dan guru.

Pukul 15.30 WIB, perjalanan dilanjutkan ke Maqbaroh Abuya Uci Turtusi, ulama saleh yang makamnya sarat berkah. Sebelum ziarah, santri dan asatidz sholat Ashar berjamaah di mushalla setempat. Ziarah dipimpin Ustadz Samsul Bahar, bersama Ketua Yayasan Kyai Mas’udin Arasy. Doa-doa panjang dipanjatkan untuk keberkahan ilmu dan keselamatan. Maghrib pun dikerjakan berjamaah, sebelum rombongan kembali ke bus pukul 18.00 WIB. Perjalanan pulang lancar meski hujan deras, tiba di pesantren pukul 20.45 WIB. Alhamdulillah, semua selamat tanpa insiden.

"Rihlah tarbawi adalah perjalanan belajar yang menyenangkan. Di sana para santri tidak hanya bermain, tetapi juga belajar, berdoa, dan mempererat kebersamaan. Semoga setiap langkah dalam perjalanan ini membawa kebaikan dan menjadi kenangan yang penuh makna," ujar Kepala Satuan Pendidikan SDTQ Al Azka, Kyai Mas’udin Ar Rasy.

Kegiatan ini sukses membuktikan bahwa pendidikan pesantren modern tak melulu di ruang kelas. Rihlah tarbawi seperti ini mengintegrasikan ilmu pengetahuan, karakter Pancasila, dan ibadah Islam, sesuai visi Pesantren Tahfizhul Quran Al Azka. Ke depan, diharapkan rihlah serupa terus digelar, dengan agenda kegiatan yang lebih baik lagi.